PDAM Balikpapan

Delapan Bulan, Level Terjun Bebas Waduk Manggar Kering, Proyek Teritip Diadang Lahan--sub

KALTIM POST
Delapan Bulan, Level Terjun Bebas
Waduk Manggar Kering, Proyek Teritip Diadang Lahan--sub
 
BALIKPAPAN - Kesusahan air saat musim kering di Kota Minyak seperti cerita lama yang selalu terulang saban tahun. Solusi paling nyata pun tak kunjung terealisasi. Alih-alih mendapatkan tambahan air baku, jalannya proyek pembangunan Waduk Teritip diadang batu besar. Target rampung tahun ini pun terancam tak terealisasi.
 
Seperti diketahui, Waduk Teritip mulai dibangun pada 2014. Saat itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan pekerjaannya. Waduk ini juga diharapkan menanggulangi krisis air baku di Balikpapan dan mengurangi banjir sampai 30 persen.
 
Pemerintah pusat juga langsung menargetkan, proyek selesai pada 2016. Tapi sayang, sampai sekarang proyek itu masih terkendala lahan. Masalah klasik itu sudah muncul sejak kali pertama proyek di-groundbreaking.
 
Dari luasan lahan 330 hektare yang diperlukan, baru 110 hektare yang sudah bebas. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III meminta pemkot memberikan garansi persoalan lahan harus segera beres pada April.
 
“Kalau berdasarkan kontrak multiyears, pembangunan selesai Desember 2016. Tapi, dengan catatan masalah tanah tuntas,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Waduk Teritip Zulaidi, kemarin (12/2).
 
Menurutnya, saat ini progres pekerjaan sudah 63 persen. Pekerjaan fisik memang sedikit terhambat karena banyak areal yang belum bebas. Terutama lima areal tanah timbunan (borrow area) yang mana tanahnya sangat diperlukan untuk pekerjaan fisik.
 
Progres pembebasan lahan sempat terhambat karena dalam UU Nomor 2 Tahun 2012, jika lahan yang dibebaskan masih di bawah 75 persen dari keperluan lahan total, maka pekerjaan masih dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim. Kemudian keluar peraturan presiden bahwa boleh dilimpahkan ke BPN tingkat kota untuk mempercepat proses pembebasan.
 
“Nah, proses pelimpahan itulah yang cukup lama. Pelimpahan itu baru selesai pekan ketiga Oktober 2015. Dilanjutkan pembentukan tim pengadaan tanah di Balikpapan. Baru Januari tahun ini tim bekerja,” paparnya.
 
 
 
 
Karena itu, perlu langkah cepat dari Pemkot Balikpapan khususnya tim pengadaan tanah. Estimasinya, Februari ini baru dilaksanakan lelang appraisal tanah. Selanjutnya ada waktu 30 hari bagi tim untuk bekerja. “Kami berharap April lahan sudah bisa dibayar sehingga persoalan lahan bisa klir. Khususnya lima borrow area. Itu untuk kami mengejar progres pekerjaan,” tambahnya.
 
Tak main-main, jika memang anggaran untuk pembayaran lahan itu belum tersedia di pemkot, atau tidak cukup, menurutnya akan ada alokasi dari APBN. “Provinsi juga harus membantu dalam hal pendanaan ini,” bebernya.
 
 
Sebagai gambaran, bendungan ini berdaya tampung 2,4 juta meter kubik dengan output 260 liter per detik. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 225,8 miliar.
 
Anggaran fisik ditanggung sepenuhnya dari APBN. Sesuai kontrak, proyek akan rampung Desember 2016. Namun tak langsung berfungsi, karena dalam masa pengisian selama setahun di bawah pengawasan Waskita Karya, sebagai kontraktor proyek.
 
Selain itu, di Kota Minyak juga terdapat rencana proyek penyediaan air baku lainnya. Yakni pembangunan Waduk Embung Aji Raden. Tahun ini, pemkot dituntut menetapkan lokasi, membebaskan lahan, dan menyelesaikan penyusunan usaha pengelolaan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL).
 
Desain embung sudah rampung dengan keperluan lahan sekitar 46 hektare dan biaya fisik sekitar Rp 80 miliar. “Kalau tahun ini tugas pemkot rampung, tahun depan bisa kami usulkan anggarannya. Karena untuk fisik sepenuhnya akan ditanggung APBN. Kalau pembebasan lahannya kewajiban pemkot. Makanya kami menunggu kesiapan pemerintah kota,” papar PPTK Pembangunan Embung Aji Raden, Sandi Eriyanto.
 
Ia menjelaskan, embung ini direncanakan mampu menampung air sampai 350 ribu meter kubik. Dari embung itu mampu diproduksi air dengan debit 150 liter per detik.
 
Sementara itu, data yang dihimpun Kaltim Post, penurunan level Waduk Manggar dalam delapan bulan terbilang drastis. Pada Juli 2015 diketahui air masih di atas normal, dengan ketinggian 10,5 meter. Level mulai menurun sebulan kemudian menjadi 9,64 meter.
 
Meski pada Desember 2015 musim penghujan mulai datang, tapi tak berpengaruh terhadap kapasitas air. Kondisinya kian memburuk pada Januari 2016 menjadi 6,4 meter. Bulan ini malah menyentuh level 5,25 meter (selengkapnya lihat infografis).
 
Sebelumnya, kekeringan yang melanda Kota Minyak pada 2014 lalu menjadi terburuk dalam 16 tahun terakhir. Seolah sudah tenang, warga kembali dibikin waswas. Ancaman yang sama bakal kembali melanda tahun ini.
 
Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi menyebut, bila tak ada hujan, kapasitas air di Waduk Manggar hanya akan bertahan sampai akhir bulan ini. “Hari ini (11/2) level air 5,29 meter. Kemarin 5,33 meter. Sehari kita butuh 4 sentimeter. Kalau diproduksi maksimal terus tanpa ada hujan, akhir bulan game over, selesai,” ungkapnya. (*/rsh/rom/k15)

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis, IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis - IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

KALTIM POST, JUMAT, 12/02/2016

 

BALIKPAPAN- Persoalan air bersih di Balikpapan menjadi tragedi yang berulang setiap tahun. Akibat hujan deras yang tak kunjung turun, hari ini (12/2)  persediaan cadangan air baku di Waduk Manggar kian kritis. Bahkan, jika disedot dengan kapasitas seperti biasa, Waduk yang menyuplai 90 persen kebutuhan air di Kota Minyak ini hanya cukup sampai akhir bulan.

 

 

 

Demikian disampaikan Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi ketika ditemui Kaltim Post pasca pertemuan dengan wali kota, kemarin. “Hari ini (kemarin) level air 5,29 meter. Kemarin 5,33 meter. Sehari kita butuh 4 sentimeter. Kalau diproduksi maksimal terus, akhir bulan game over, selesai,” ujarnya. Idealnya, level air Waduk Manggar memang kisaran 10 meter.

Makanya, PDAM akan melakukan langkah penghematan dalam minggu ini. Namun, hal itu masih dievaluasi. Kemungkinan akan ada penggiliran produksi seperti yang kita lakukan tahun lalu. Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Km 8 Batu Ampar dan IPAM Kampung Damai bakal dioperasikan secara bergiliran.

“Tapi langkah penghematan itu hanya untuk memperpanjang umur produksi saja. Kemungkinan dengan penghematan hanya akan bertahan sampai sebulan. Makanya kita berharap hujan deras segera turun,” tambahnya.

Tak dimungkiri, semakin menipisnya cadangan air juga memengaruhi kualitas air baku. Namun PDAM tetap berusaha menjaga kualitas air produksi sesuai standar, apapun risikonya. “Walaupun kami belum menghitung, tapi pasti ada kenaikan biaya produksi karena berkaitan langsung dengan pengolahan air dan bahan kimia yang dibutuhkan untuk membersihkan air,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Abdul Haris Zulkarnain memprediksi selama Februari masih sulit kemungkinan terjadi awan hujan. “Kalaupun hujan itu hanya regional saja. Tidak merata. Itu hujan yang disebabkan angin darat dan angin laut saja. jadi intensitasnya juga tidak deras dan singkat,” jelasnya.

Ia tak bisa memastikan sampai kapan fenomena seperti ini akan berlangsung. Namun, hal ini masih akan terjadi setidaknya sampai awal bulan depan. Dijelaskan, hal ini karena fenomena El Nino. El Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan) yang mengakibatkan gangguan iklim secara global.

Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat, El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember). Di Indonesia, angin muson yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru – Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang panjang.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah merencanakan untuk mengeluarkan langkah tanggap darurat pada Senin (15/2) nanti. Pengetatan pemakaian air akan dilakukan melalui penggiliran operasional IPAM PDAM. Kemudian pengawasan penjualan air bersih milik masyarakat serta mengatur harga dan distribusinya.

“Saya meminta penghematan juga dilakukan semua warga. Nanti kami akan memaksimalkan pengiriman air menggunakan truk tangki. Kami juga akan memaksimalkan sumber air baku dari sumur dalam juga beberapa bendali,” kata Rizal.

Ia mengakui persoalan ini terjadi saban tahun. Solusinya sebetulnya juga sudah ada. Namun, realisasinya tak semudah membalikkan telapak tangan. “Butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membangun waduk. Jadi kita harus menunggu,” jelasnya.



 

Seperti diketahui, saat ini kebutuhan air bersih di Balikpapan mencapai 1.600 liter per detik. Sementara air baku yang tersedia dari Waduk Manggar ditambah beberapa sumur dalam hanya 1.200 liter per detik. Rizal mulai merinci rencana untuk menutup defisit air bersih tersebut.

“Kita menunggu Waduk Teritip tahun ini selesai dibangun, setidaknya 200 liter per detik. Lalu Waduk Wain yang masih dikerjakan provinsi. Embung Haji Raden rencananya 150 liter per detik sedang disusun desainnya oleh pusat. Lalu rencana pengolahan air laut 50 liter per detik. Juga ada rencana kerja sama dengan Pak Hashim yang menawarkan 1.000 liter per detik dari Itci Penajam,” jelasnya. (lihat grafis)

Ia mengaku sangat serius untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan swasta. “Ketika pertemuan, beliau belum selesai bicara saya langsung sampaikan kami siap. Balikpapan sangat butuh suplai air. Jadi kami siap kerja sama dengan swasta,” tambahnya. Senin nanti Rizal juga akan berkonsultasi ke Dirjen Sumber Daya Air.

Sebelumnya, Wali Kota mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan Hashim Djojohadikusumo. Pengusaha yang juga adik dari Prabowo Subianto ini menawarkan suplai air dari ITCI Kenangan, Penajam. Tak main-main, debit air yang ditawarkan mencapai 1.000 liter per detik. Dari Penajam, rencananya dibangun pipa bawah laut sepanjang 35 kilometer.

“Investasi oleh mereka. Berapa investasinya masih belum dibahas. Tapi bahwa di sana (ITCI) ada sumber air yang sangat besar itu memang benar,” kata Rizal. Selain membahas air, pertemuan ini juga membahas kemungkinan suplai kompos untuk industri perkebunan di Penajam. (*/rsh/far)

Tanggal 2 dan 3 Februari 2016, IPAM Kampung Damai dan IPAM Batu Ampar mengalami "PENURUNAN DAN STOP KAPASITAS PRODUKSI" secara bergantian.

Tahun 2014 lalu, merupakan tahun dimana terjadinya krisis bagi PDAM Kota Balikpapan dan pelanggan, akibat Kebocoran Pipa Air Baku yang berada ditubuh Bendungan Waduk Manggar, sehingga mengakibatkan tidak berfungsinya secara maksimal pada Intake (Tempat Penyadapan Air Baku) waduk manggar.


Sebagai antisipasi, Pemerintah (Kementrian PU melalui Balai Wilayah Sungai III Kalimantan), secara teknis, berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan membuatkan Intake Baru yang lebih baik dan terjamin secara sistem dan aman dalam proses pemanfaatannya, kemudian pembangunan Intake yang Baru, dilaksanakan sesuai Jadwal di awal tahun 2015, dengan Harapan Intake yang Baru ini berfungsi ditahun 2016 ini, untuk menggantikan fungsi dari Intake yang lama akibat kerusakan Pipa Air Baku tersebut, Tepat sudah satu tahun pembangunan Intake yang baru telaksana dengan baik dan sekarang tahap penyambungan (Koneksi), yaitu antara Intake yang baru ke Pipa Air Baku Eksisting PDAM Balikpapan, dimana dalam proses kegiatan tersebut nantinya, dua Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM akan mengalami "PENURUNAN DAN STOP KAPASITAS PRODUKSI" sementara waktu secara bergantian.

Jadwal kegiatan tersebut akan dilaksanakan 2 (dua) hari, yaitu pada hari Selasa, 2/02/2016, Pekerjaan Penyambungan Intake yang Baru ke Pipa Air Baku diameter 800mm steel ke Jalur Pipa Transmisi IPAM Kampung Damai, pelaksanaan pengerjaan jam 09.00 s/d Selesai (Target Pengerjaan 1X24 Jam, lebih cepat lebih baik) sehingga Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai "TURUN KAPASITAS PRODUKSI" dari 440l/dtk, menjadi 86l/dtk, karena masih dibantu oleh sumur dalam, sehingga berimbas tidak maksimalnya distribusi air baik daerah jauh, tinggi ataupun daerah atas. Kemudian secara bergantian, Pelaksanaan Penyambungan Pipa Air Baku untuk IPAM Kampung Damai selesai dan IPAM Kampung Damai Beroperasi kembali.

setelah itu dilanjutkan lagi pada hari Rabu, 3/02/2016, yaitu pengerjaan penyambungan Intake ke Pipa Air baku diameter 800mm steel ke jalur pipa transmisi untuk Instalasi Pengolahan Air Minum Batu Ampar KM.8, waktu pelaksanaan pengerjaan sama, yaitu jam 09.00 s/d Selesai (Target Pengerjaan 1X24 Jam, lebih cepat lebih baik) sehingga Instalasi Pengolahan Air Minum Batu Ampar KM.8 "STOP PRODUKSI" sementara waktu, dimana mengakibatkan 50% Pelayanan Distribusi Air dari IPAM Batu Ampar terganggu sementara waktu, Haidir Effendi selaku Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan Menghimbau kepada pelanggan untuk mempersiapkan penampungan dirumah, selama air mengalir mohon untuk disimpan atau ditampung dirumah semaksimal mungkin, mengingat Kegiatan tersebut dilaksanakan 2 hari secara terpisah dan bergantian beroperasi di masing-masing IPAM, dan hal ini merupakan upaya dalam meningkatkan Pelayanan Distribusi Air agar lebih baik dan lancar  kepada Pelanggan khususnya.

 

 

Sembari itu Haidir menyampaikan kondisi level waduk manggar sampai dengan Kamis, tanggal 28/01/2016, mencapai 5,85 meter, mari kita berdoa, semoga Hujan cepat turun dan meningkatkan Kapasitas Volume dan meningkatkan level waduk, tak lupa Haidir juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini, terutama kepada pelanggan yang daerahnya lebih dahulu tidak mengalir. Untuk antisipasi PDAM Balikpapan Tetap menerima pemesanan air tangki sesuai antrian dengan dapat menghubungi di nomor telepon 0542-876468, atau dapat juga mengunjungi langsung terminal tangki di Jl. MT. Haryono depan Kantor Capil, Imbuh Haidir.

IPAM Kamp. Damai, Daerah yang mengalami Gangguan, Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan,Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai.

Produksi IPAM KM. 8 BATU AMPAR : Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Daksa, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, Perum. WIKA, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.R amayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU AMPAR

40 Tahun PDAM Kota Balikpapan, Dari 2 Liter PerDetik

Tanpa terasa di Usia yang ke – 40 Tahun PDAM Kota Balikpapan terus berinovasi dan berkembang dengan pesat, tumbuh menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Yang Berhasil Guna dan Berdaya Guna untuk Kepentingan Hidup hajat Masyarakat Balikpapan dalam pelayanan Air Bersih, sebagai mana Visi dan Misi dari Para Direksi-direksi yang terdahulu dan memberikan Estapet Tugas Agar menjadikan PDAM Kota Balikpapan sebagai perusahaan yang mandiri.

 

 

 

Pelaksanaan HUT Ke – 40 PDAM Kota Balikpapan Hari ini, merupakan sebuah Momen Pertama Kali Dilaksanakan dengan acara yang dikemas begitu sederhana sebagai bentuk wujud Rasa Syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadikan PDAM Kota Balikpapan sebagai perusahaan yang bermanfaat bagi seluruh Umat Manusia, Khususnya Warga Balikpapan, Acara yang diselingi dengan pemberian Cindera Mata Kepada Para pensiunan PDAM, Para Direksi Terdahulu, dan Dewan Pengawas, kemudian acara dilanjutkan dengan Launching Penerbitan Buku Sejarah PDAM Kota Balikpapan dengan Judul “Dari 2 Liter Perdetik.”

 

 

Dan Atas dukungan, Partisipasi berbagai pihak, untuk itu PDAM Kota Balikpapan pada kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Undangan yang telah hadir :

-         Walikota Balikpapan beserta Dewan Pengawas PDAM Bpp

-         Para Mantan Direksi PDAM Bpp Terdahulu dan Pensiunan Pegawai PDAM Bpp

-         Rekan Kerja, Dan Terutama kepada Para Pelanggan PDAM Kota Balikpapan yang merupakan Sahabat dan Mitra bagi PDAM.

Di usia PDAM Kota Balikpapan yang ke – 40 Tahun ini, tepatnya dari tanggal 04 Pebruari 1976 sampai dengan 04 Pebruari 2016, merupakan umur yang cukup Dewasa, dengan menjadikan PDAM sebagai Aset Negara yang patut dipertahankan dan dijaga, karena merupakan salah satu Perusahaan Daerah yang sangat penting bagi seluruh kehidupan Hajat Hidup Orang banyak, dimana air adalah Sumber Kehidupan.

 

 

Haidir Effendi selaku Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama berKomitmen untuk “Mewujudkan PDAM Kota Balikpapan sebagai PDAM terkemuka di INDONESIA dengan memperhatikan Keselamatan Krerja dan Lingkungan,” sebagaimana kebijakan Mutu PDAM Kota Balikpapan yaitu “Mengupayakan Kepuasan Pelanggan melalui standar Mutu terbaik, Handal dalam Pekerjaan, Prima dalam pelayanan serta melakukan pengembangan yang berkesinambungan.”

Sekali lagi “Selamat Ulang Tahun Yang Ke – 40 PDAM Kota Balikpapan, dengan Semangat A-Yo- Ker-Ja,!”

 

 

Adapun Para Mantan Direksi dan Dewan Pengawas Terdahulu PDAM Kota Balikpapan yang di Undang dan turut Hadir

 

Mantan Direksi

1.      Bapak Djamaluddin (Direktur Utama 1980 – 1999)

2.      Mursinah (Direktur Umum 1980 – 1997)

3.      Bapak Ibramsyah (Direktur Teknik 1980 – 1997)

4.      Istri Alm. Bapak Ali Sofyan Noor (Direktur Utama 1999 – 2007)

5.      Bapak Marianto (Direktur Umum 1997 – 2001)

6.      Bapak Tukiman (Direktur Teknik 1997 – 2001)

7.      Bapak M. Saufan (Direktur Umum 2001 – 2007 & Direktur Utama 2007 - 2015)

8.      Bapak Suhaidi (Direktur Teknik 2001 – 2007 & Direktur Umum 2007 – 2011)

9.      Bapak Rachmad Julianto (Direktur Teknik 2007 – 2015)

 

Mantan Dewan Pengawas

1.      Bapak Fadjri Zam Zam (2007 – 2009)

2.      Bapak Sutjirja (2010 – 2012)

3.      Bapak Tamsil Yusuf (2007 – 2015)

Bapak Sudjatmiko (2013 – 2015) 

Pelanggan : Pak PDAM kata nya Pekerjaan sudah selesai, kok belum ngalir ?

 

 

 

Pelanggan : Pak PDAM kata nya Pekerjaan sudah selesai, kok belum ngalir ?

 

PDAM Kota Balikpapan :

 

Sahabat PDAM/ Pelanggan yang kami hormati, perlu diketahui terlebih dahulu, tidak bisa kita pungkiri 85% Kota Balikpapan adalah perbukitan, ini menjadi tantangan terbesar PDAM Kota Balikpapan bagaimana melawan hukum alam, dimana yang kita ketahui Air memiliki hukum “Mencari Tempat yang lebih Rendah atau mengalir ke bawah” hal ini lah yang menjadi tugas PDAM Kota Balikpapan bagaimana air dapat mengalir sampai ke tempat yang paling atas bahkan ke tempat yang paling jauh.

 

 

Sering Kali pelanggan mengeluhkan “Pak Katanya pekerjaan perbaikan pipa sudah selesai, tapi Kok tempat saya belum ngalir ?”, disini PDAM akan menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi, perlu diketahui PDAM Kota Balikpapan memiliki 8 (delapan) Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan setiap Instalasi memiliki sumber Air Baku yang berbeda dan Zona Pelayanan yang berbeda, dengan rincian sebagai berikut :

 

  1. IPAM BATU AMPAR KM.8 (SUMBER AIR BAKU DARIWADUK MANGGAR, Panjang Pipa Air Baku 7.000 Meter, Kemampuan Memproduksi Air 500 l/dtk)
  2. IPAM KAMP. DAMAI/DAM (SUMBER AIR BAKU DARI WADUK MANGGAR, Panjang Pipa Air Baku 15.000 Meter, Kemampuan Memproduksi Air 450 l/dtk)
  3. IPAM MINI KM.12 (SUMBER AIR BAKU DARI WADUK MANGGAR, Panjang Pipa Air Baku 20 Meter, Kemampuan Memproduksi 20 l/dtk)
  4. IPAM GN. SARI (SUMBER AIR BAKU SUMUR DALAM, dengan 6 unit Sumur, Kemampuan Memproduksi 140 l/dtk)
  5. IPAM PRAPATAN (SUMBER AIR BAKU SUMUR DALAM, dengan 2 unit Sumur, Kemampuan Memproduksi 50 l/dtk)
  6. IPAM ZAMP KORPRI (SUMBER AIR BAKU SUMUR DALAM, dengan 1 unit Sumur, Kemampuan Memproduksi 10 l/dtk)
  7. IPAM TERITIP (SUMBER AIR BAKU SUMUR DALAM, dengan 7 unit Sumur, Kemampuan Memproduksi 50 l/dtk)
  8. IPAM GN.TEMBAK (SUMBER AIR BAKU SUMUR DALAM DAN SUNGAI SELOK API, dengan 1 unit Sumur, Kemampuan Memproduksi 10 l/dtk)

 

2 IPAM terbesar yaitu IPAM BATU AMPAR KM.8 dan KAMP. DAMAI, 75% yang sumber air bakunya berasal dari WADUK MANGGAR, dimana kedua IPAM tadi, apabila adanya kendala ataupun kerusakan secara teknis dari salah satu IPAM tersebut, secara pelayanan maka hampir 50% Distribusi Air Kota Balikpapan akan terganggu.

 

 

Belum lagi kendala teknis lainnya yang bisa saja terjadi sewaktu waktu baik kerusakan Darurat atau perbaikan yang terencana, belum lagi kendala ketika Listrik Padam, karena semua Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM bekerja dengan menggunakan Power Listrik dan disamping itu PDAM tetap antisipasi mempersiapkan Mesin Genset sebagai backup ketika padamnya listrik.

 

Disini Sahabat PDAM perlu ketahui “Kenapa setiap daerah memiliki tekanan air yang berbeda-beda ?” itulah berbagai Faktor teknis yang mengakibatkan tidak maksimalnya distribusi air kepada Pelanggan, sehingga disaat kegiatan perbaikan baik di Instalasi, atau di jaingan Pipa Air baku atau perbaikan pipa yang bersifat Lokal pada daerah tertentu saja, disinilah yang perlu diketahui oleh Sahabat PDAM, untuk Proses Normalisasi, yaitu Proses Kembalinya air menuju pipa pelanggan membutuhkan Waktu dan Jarak, tergantung Tinggi Rendah, Jauh Dekat Rumah Pelanggan dari Instalasi Pengolahan Air Minum, apalagi jika kondisi Pipa Distribusi PDAM yang berhari-hari kosong, maka untuk normalisasi sendiri memerlukan waktu agar dapat memenuhi volume air di semua pipa yang tersebar didalam tanah Kota Balikpapan, terutama sifat air yang akan memenuhi terlebih dahulu didaerah yang tinggal didataran rendah, belum lagi pemakaian puncak dimana pelanggan menggunakan air secara bersama-sama, sehingga dari Faktor inilah air tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan bagi pelanggan yang tinggal didataran tinggi, sehingga memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai dengan 7 hari agar air dapat memenuhi daerah atas, dengan syarat Air yang di Produksi mengalir secara Kontinyu dan terus menerus tanpa adanya Hambatan/ kerusakan baru.

 

Nah…, makanya buat Sahabat PDAM/ Pelanggan ayo canangkan Gerakan Peduli Tampung Air, Pemukiman Bawah Peduli Pemukiman Atas, dengan menggunakan air langsung dari penumpangan, artinya jangan terlena buka tutup kran, sehingga terhindarnya pemakaian puncak dan memberikan kesempatan air didalam pipa untuk naik mengalir ke daerah atas, utama nya kita mempersiapkan cadangan air dirumah apabila terjadinya gangguan PDAM sewaktu-waktu diluar dari rencana.

Salam hangat – buat Sahabat PDAM.

 

 

 

 

 

Sahabat PDAM Bpp

 

 

Facebook

 

Add :

 

Pdam Kota Balikpapan

 

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

Anda disini: Home