PDAM Balikpapan

KEPUTUSAN WALIKOTA BALIKPAPAN NOMOR : 188.45-06/pem/2016

KEPUTUSAN WALIKOTA BALIKPAPAN

NOMOR : 188.45-06/pem/2016

PENETAPAN STATUS KEADAAN SIAGA/ TANGGAP DARURAT

BENCANA KEKERINGAN WADUK MANGGAR DI KOTA BALIKPAPAN

HALAMAN 1

 

 

HALAMAN 2

 

 

HALAMAN 3

 

Walikota Balikpapan melihat kembali Bahwa Posisi Level Waduk Manggar di 5,15 Meter (17/2/2016)

Hujan meningkatkan Level Waduk Manggar 10 cm, tetapi PDAM masih harus Menggilir Produksi Air

 

Kondisi Waduk Manggar Ketika Ketinggian 10,3 Meter - Photo ke - 1 (Apabila Penuh 10,3 meter - LOGIKANYA), bandingkan kondisi Waduk Manggar Posisi 5,15 meter (Rabu, 17/02/2016) - Photo ke - 2, Level 5,15 Meter.

 

 

Ketika Ketinggian 10,3 Meter, PHOTO JEMBATAN INTAKE - Photo ke - 1 (Apabila Penuh 10,3 meter - LOGIKANYA)

 

 

Waduk Manggar Posisi 5,15 meter (Rabu, 17/02/2016) - Photo ke - 2, Level 5,15 Meter.

 

 

Selasa malam (16/02/2016) merupakan sebuah anugerah bagi Masyarakat Kota Balikpapan, hujan yang mengguyur dengan sangat deras merupakan pertanda yang sangat baik dan berkah bagi Kota Balikpapan, terutama bagi PDAM Kota Balikpapan, hujan merupakan komoditas sumber air baku yang begitu berharga, tepat nya menambah level Waduk Manggar yang sebelumnya diposisi 5,05 m (16/02/2016), sekarang sudah bertambah 10cm menjadi level 5,15 m, tetapi dalam kondisi ini belum berarti PDAM menghentikan Jadwal Produksi Instalasi Pengolahan Air Minum, baik IPAM Batu Ampar KM.8 dan IPAM Kamp. Damai,  Jadwal Produksi bergilir tetap berlanjut sesuai dengan Rencana yang sudah ditetapkan.

 

Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi dengan didampingi Dandim TNI AD dan Jajaran Direksi PDAM Kota Balikpapan (BERDIRI DIBAWAH JEMBATAN INTAKE DENGAN LEVEL 5.15 METER - LOGIKANYA)

 

Kemudian pada hari Rabu, 17/02/2016 Walikota Balikpapan Bapak H. Rizal Effendi dengan didampingi Dandim TNI AD dan Jajaran Direksi PDAM Kota Balikpapan, untuk meninjau langsung perkembangan level Waduk manggar terkini akibat pengaruh dari Hujan semalam, Haidir menyampaikan bahwa ada perkembangan dari hujan semalam, dimana Level waduk manggar mengalami peningkatan 10 cm, sehingga level waduk menjadi 5,15 meter dari sebelumnya 5,05 meter, tetapi Kondisi ini bukan berarti dalam posisi Aman, PDAM tetap harus melakukan penggiliran Produksi sesuai dengan Jadwal yang direncanakan,  tujuannya Haidir menegaskan untuk memperpanjang usia Waduk Manggar sampai batas level yang dinyatakan Aman, memang Kondisi Waduk manggar dengan luas 403 Ha, ketinggian bendungan 10,3 meter, air yang dapat ditampung mencapai 16 juta m3, itu adalah merupakan titik teraman untuk kebutuhan produksi air bersih bagi kedua IPAM milik PDAM, memang pada saat kondisi air melimpah ruah, air waduk manggar akan melimpas melalui Spill Way (tempat dimana Air terlimpas dan terbuang) dan kelebihan air tersebut akan terbuang menuju aliran sungai pantai manggar, apabila posisi air waduk di level 10,3 meter, tetapi realitasnya saat ini, Waduk Manggar masih dalam posisi WASPADA dengan level 5,15 meter, ke khawatiran Haidir apabila posisi Waduk manggar pada Level 4,40 meter, maka secara perhitungan teknis akan menyulitkan PDAM pada saat proses penyadapan Air Baku, karena banyak Faktor seperti tinggi Pipa Hisap Intake terendah di elevasi 3 meter dari Dasar Waduk Manggar, Namun untuk menghindari resiko terjadinya Fortek atau Pusaran Air yang bisa mengakibatkan masuknya udara dalam pompa maka pengambilan terendah di elevasi 4,40 meter dari Dasar Dasar Waduk untuk menghindari terisapnya sedimen lumpur pada dasar waduk yang berakibat air baku tersebut sangat susah untuk diolah menjadi air bersih, tetapi pada prinsipnya PDAM akan terus melakukan evaluasi dan melihat keadaan cuaca hingga turunnya hujan yang sangat cukup, sehingga dapat menambah volume level waduk manggar sesuai yang diharapkan, memang kondisi saat ini bukan jaminan semua kawasan mendapat air PDAM. Terutama pelanggan yang berada di daerah bukit, atau jauh dari Instalasi IPAM milik PDAM. Jadi walaupun operasi IPAM digilir belum tentu jaminan mendapat air, namun PDAM tetap menyiapkan alternative dengan pembelian melalui air tangki sesuai jadwal antrian pemesanan dari pelanggan.

 

 

 

PDAM Kota Balikpapan tetap mengupayakan penanganan Kebutuhan Air Darurat dengan membuka Posko Tangki, yaitu Posko Tangki utama, tepatnya di Jl, Mt. Haryono, depan Kantor Catatan Sipil dimana Posko beroperasi sesuai dengan Jadwal Operasi IPAM Kamp. Damai, kemudian Posko Tangki darurat lainnya yang berada di Telaga Sari bersebelahan Dinas Pasar Gn.Pasir, untuk kebutuhannya pelanggan dapat memesan melalui telepon di 0542 876468, call center pelayanan di 0542 878991 – 878992 atau sms center di 0816 200 110, dimana pelanggan wajib menyebutkan Nomor Rekening Air, Alamat ancar ancar Lokasi Rumah Pelanggan, atau bisa juga untuk memastikan urutan antrian pengiriman air tangki, pelanggan dapat memesan langsung dengan mengunjungi Posko Tangki yang berada di Jl. MT. Haryono depan Kantor Catatan Sipil.

 

Dan Alhamdulillah, Haidir selaku Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan, mengucapkan banyak terima kasih kepada Warga dan juga pengurus MUI Balikpapan yang berkunjung dan Mendoakan agar Hujan Turun dan memenuhi Wadu Manggar pada Rabu, 17/02/2016 kemarin.

 

MUI BALIKPAPAN KE WADUK MANGGAR 

 

Sekali lagi PDAM Kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kondisi ini terutama pelanggan yang airnya sudah tidak mengalir lebih dahulu, dan PDAM juga mengingatkan kepada Pelanggan yang air-nya masih mengalir untuk antisipasi menampung air sebanyak-banyaknya dan kita berharap dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Hujan dapat turun kembali dan membawa Berkah bagi seluruh warga Balikpapan. Imbuh nya.

Delapan Bulan, Level Terjun Bebas Waduk Manggar Kering, Proyek Teritip Diadang Lahan--sub

KALTIM POST
Delapan Bulan, Level Terjun Bebas
Waduk Manggar Kering, Proyek Teritip Diadang Lahan--sub
 
BALIKPAPAN - Kesusahan air saat musim kering di Kota Minyak seperti cerita lama yang selalu terulang saban tahun. Solusi paling nyata pun tak kunjung terealisasi. Alih-alih mendapatkan tambahan air baku, jalannya proyek pembangunan Waduk Teritip diadang batu besar. Target rampung tahun ini pun terancam tak terealisasi.
 
Seperti diketahui, Waduk Teritip mulai dibangun pada 2014. Saat itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan pekerjaannya. Waduk ini juga diharapkan menanggulangi krisis air baku di Balikpapan dan mengurangi banjir sampai 30 persen.
 
Pemerintah pusat juga langsung menargetkan, proyek selesai pada 2016. Tapi sayang, sampai sekarang proyek itu masih terkendala lahan. Masalah klasik itu sudah muncul sejak kali pertama proyek di-groundbreaking.
 
Dari luasan lahan 330 hektare yang diperlukan, baru 110 hektare yang sudah bebas. Balai Wilayah Sungai Kalimantan III meminta pemkot memberikan garansi persoalan lahan harus segera beres pada April.
 
“Kalau berdasarkan kontrak multiyears, pembangunan selesai Desember 2016. Tapi, dengan catatan masalah tanah tuntas,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Waduk Teritip Zulaidi, kemarin (12/2).
 
Menurutnya, saat ini progres pekerjaan sudah 63 persen. Pekerjaan fisik memang sedikit terhambat karena banyak areal yang belum bebas. Terutama lima areal tanah timbunan (borrow area) yang mana tanahnya sangat diperlukan untuk pekerjaan fisik.
 
Progres pembebasan lahan sempat terhambat karena dalam UU Nomor 2 Tahun 2012, jika lahan yang dibebaskan masih di bawah 75 persen dari keperluan lahan total, maka pekerjaan masih dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kaltim. Kemudian keluar peraturan presiden bahwa boleh dilimpahkan ke BPN tingkat kota untuk mempercepat proses pembebasan.
 
“Nah, proses pelimpahan itulah yang cukup lama. Pelimpahan itu baru selesai pekan ketiga Oktober 2015. Dilanjutkan pembentukan tim pengadaan tanah di Balikpapan. Baru Januari tahun ini tim bekerja,” paparnya.
 
 
 
 
Karena itu, perlu langkah cepat dari Pemkot Balikpapan khususnya tim pengadaan tanah. Estimasinya, Februari ini baru dilaksanakan lelang appraisal tanah. Selanjutnya ada waktu 30 hari bagi tim untuk bekerja. “Kami berharap April lahan sudah bisa dibayar sehingga persoalan lahan bisa klir. Khususnya lima borrow area. Itu untuk kami mengejar progres pekerjaan,” tambahnya.
 
Tak main-main, jika memang anggaran untuk pembayaran lahan itu belum tersedia di pemkot, atau tidak cukup, menurutnya akan ada alokasi dari APBN. “Provinsi juga harus membantu dalam hal pendanaan ini,” bebernya.
 
 
Sebagai gambaran, bendungan ini berdaya tampung 2,4 juta meter kubik dengan output 260 liter per detik. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 225,8 miliar.
 
Anggaran fisik ditanggung sepenuhnya dari APBN. Sesuai kontrak, proyek akan rampung Desember 2016. Namun tak langsung berfungsi, karena dalam masa pengisian selama setahun di bawah pengawasan Waskita Karya, sebagai kontraktor proyek.
 
Selain itu, di Kota Minyak juga terdapat rencana proyek penyediaan air baku lainnya. Yakni pembangunan Waduk Embung Aji Raden. Tahun ini, pemkot dituntut menetapkan lokasi, membebaskan lahan, dan menyelesaikan penyusunan usaha pengelolaan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL).
 
Desain embung sudah rampung dengan keperluan lahan sekitar 46 hektare dan biaya fisik sekitar Rp 80 miliar. “Kalau tahun ini tugas pemkot rampung, tahun depan bisa kami usulkan anggarannya. Karena untuk fisik sepenuhnya akan ditanggung APBN. Kalau pembebasan lahannya kewajiban pemkot. Makanya kami menunggu kesiapan pemerintah kota,” papar PPTK Pembangunan Embung Aji Raden, Sandi Eriyanto.
 
Ia menjelaskan, embung ini direncanakan mampu menampung air sampai 350 ribu meter kubik. Dari embung itu mampu diproduksi air dengan debit 150 liter per detik.
 
Sementara itu, data yang dihimpun Kaltim Post, penurunan level Waduk Manggar dalam delapan bulan terbilang drastis. Pada Juli 2015 diketahui air masih di atas normal, dengan ketinggian 10,5 meter. Level mulai menurun sebulan kemudian menjadi 9,64 meter.
 
Meski pada Desember 2015 musim penghujan mulai datang, tapi tak berpengaruh terhadap kapasitas air. Kondisinya kian memburuk pada Januari 2016 menjadi 6,4 meter. Bulan ini malah menyentuh level 5,25 meter (selengkapnya lihat infografis).
 
Sebelumnya, kekeringan yang melanda Kota Minyak pada 2014 lalu menjadi terburuk dalam 16 tahun terakhir. Seolah sudah tenang, warga kembali dibikin waswas. Ancaman yang sama bakal kembali melanda tahun ini.
 
Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi menyebut, bila tak ada hujan, kapasitas air di Waduk Manggar hanya akan bertahan sampai akhir bulan ini. “Hari ini (11/2) level air 5,29 meter. Kemarin 5,33 meter. Sehari kita butuh 4 sentimeter. Kalau diproduksi maksimal terus tanpa ada hujan, akhir bulan game over, selesai,” ungkapnya. (*/rsh/rom/k15)

15 PEBRUARI 2016 PDAM MELAKUKAN BERGILIR PRODUKSI AIR PADA DUA IPAM

15 PEBRUARI 2016 PDAM MELAKUKAN BERGILIR PRODUKSI AIR PADA DUA IPAM

 

* Level Waduk (14/02/2016) : 5,16 meter.

* Usia waduk manggar diperkirakan hanya bertahan sampai tanggal 6 Maret 2016.

* Belum adanya curah hujan yang signifikan

* Digilir pun belum tentu dapat air

 

Minggu, 14 Pebruari 2016, saat melakukan pemantauan di waduk manggar kondisi level waduk manggar belum mengalami perubahan terhadap level yang diharapkan, hari minggu ini level waduk masih berada diposisi 5,16 meter (14/02/2016), Haidir Effendi menyampaikan bahwa posisi tersebut sudah termasuk dalam kondisi kritis, apabila hujan yang turun tidak merata dan tidak memenuhi volume yang diharapkan maka Produksi air pada dua Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM (Batu Ampar & Kamp. Damai) akan digilir, dengan tujuan memperpanjang usia waduk hingga batas yang terburuk dan tak memungkinkan lagi untuk diambil, bahkan dengan level saat ini, volume air waduk manggar yang diperkirakan hanya cukup bertahan hingga 6 Maret 2016.

 

 

Haidir menambahkan, PDAM terus melakukan evaluasi dan melihat keadaan cuaca hingga turunnya hujan yang sangat cukup, sehingga dapat menambah volume level waduk manggar sesuai yang diharapkan, memang kondisi saat ini bukan jaminan semua kawasan mendapat air PDAM. Terutama pelanggan yang berada di daerah bukit, atau jauh dari Instalasi IPAM milik PDAM. Jadi walaupun operasi IPAM digilir belum tentu jaminan mendapat air, namun PDAM tetap menyiapkan alternative dengan pembelian melalui air tangki sesuai jadwal antrian pemesanan dari pelanggan.

 

PDAM Kota Balikpapan tetap mengupayakan penanganan Kebutuhan Air Darurat dengan membuka Posko Tangki, yaitu Posko Tangki utama, tepatnya di Jl, Mt. Haryono, depan Kantor Catatan Sipil dimana Posko beroperasi sesuai dengan Jadwal Operasi IPAM Kamp. Damai, kemudian Posko Tangki darurat lainnya yang berada di Telaga Sari bersebelahan Dinas Pasar Gn.Pasir, untuk kebutuhannya pelanggan dapat memesan melalui telepon di 0542 876468, call center pelayanan di 0542 878991 – 878992 atau sms center di 0816 200 110, dimana pelanggan wajib menyebutkan Nomor Rekening Air, Alamat ancar ancar Lokasi Rumah Pelanggan, atau bisa juga untuk memastikan urutan antrian pengiriman air tangki, pelanggan dapat memesan langsung dengan mengunjungi Posko Tangki yang berada di Jl. MT. Haryono depan Kantor Catatan Sipil.

 

Sekali lagi PDAM Kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kondisi ini terutama pelanggan yang airnya sudah tidak mengalir lebih dahulu, dan PDAM juga mengingatkan kepada Pelanggan yang air-nya masih mengalir untuk antisipasi menampung air sebanyak-banyaknya dan kita berharap dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Hujan dapat turun kembali dan membawa Berkah bagi seluruh warga Balikpapan. Imbuh nya.

 

JADWAL PEMBERHENTIAN OPERASI 2 (DUA) INSTALASI TERBESAR PDAM, YAITU INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (IPAM) :

1.    IPAM DAMAI

2.    IPAM KM.8 BATU AMPAR

DILAKUKAN PENJADWALAN BERGILIR  PRODUKSI AIR UNTUK KE DUA IPAM DISEBABKAN

-          BELUM TURUNNYA CURAH HUJAN INTENS (RUTIN) HINGGA SAAT INI

-          SEMAKIN MENYUSUTNYA LEVEL WADUK MANGGAR

-        MEMPERPANJANG CADANGAN AIR BAKU WADUK MANGGAR YANG BIASA 900 LITER/DETIK, DIKURANGI 50%  MENJADI 450 LITER/DETIK, DENGAN MENGATUR PENGIRIMAN AIR BAKU SECARA BERGANTIAN KE KEDUA IPAM

A.   IPAM KM.8 BATU AMPAR (4 HARI PRODUKSI)

B.    IPAM DAMAI (3 HARI PRODUKSI)

 

 

Produksi IPAM KM. 8 BATU AMPAR : Rumah Sakit Umum, RSS Damai III, Komp.PGRI Damai III, Perum Kopri, Perum PT.HER Mandiri, Komp.Perusda, Komp. Bumi Sepinggan Baru, Komp.PLN Spala, Villa Damai Indah, Perum Depsos Ringroad, Perum. WIKA, Komp. Pemda BB, Boster AMD sungai Ampal, Perum H.Ruslan Gn.Guntur, Perum.Pelabuhan Gn.Guntur, Gn. SMD Strat I s/d Strat VI, Jl. Patimura, Jl.Kp.Timur, Jl.Wonorejo, Jl. Sumber Rejo, Jl. Kr.Rejo s/d gg.Buntu, Gg.Rohani, KM09 Komp.AD, KM08, Komp. Klaus Reppe, Komp.Bangun Reksa, Perum PDAM, Perum.Graha Indah, Perum Bhumi Nirwana Indah, Perum.Adi Guna Unggul, Perum Mandastana, Perum Batu Ampar Lestari, Perum.R amayana, Jl.Brantas, Komp.Perumnas, Jl.Telindung, Jl.Padat Karya,Inpres I s/d IV, Perum.Somber, Jl. Gn.Satu, Jl.Gn.Empat, Jl.Gn.Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Kp.baru Ujung, Jumpi, Sidodadi, Jl.Borobudur, Kamp.Baru lir, Gn. Polisi, seluruh aliran dari IPAM BATU AMPAR

 

Produksi IPAM DAMAI : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan,Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai.

 

kondisi seperti ini, walaupun digilir belum tentu mendapatkan air, seperti daerah yang tidak memungkinkan air dapat mengalir  :

 

 

Gunung Bugis, Asrama Bukit, Sidomulyo, Gunung Traktor, Gunung Gembira, Gang Patriot, Kampung Baru Bawah (Jl. Soeprapto, 21 Januari), Inpres IV (Komplek Bea Cukai), Gunung Empat, Gang Somber, Perumnas Atas RT.9 & RT.8, Gunung Stellling, Straat I (Belakang Kantor Pos), Telindung, Tangki I, Sumber Rejo, Jl. Binaraga, Gunung Guntur, Gang Adpel, Gang Anggrek, Gunung Guntur Asri, Gunung Malang, Bukit Sion, Gunung Komendur, Prona, Reno Sari, SMU Negeri 4, Perum Iqbal dan sekitarnya, Castindo, Batakan Mas, Manggar, Regency, Binkot, Villa Damai, Komplek PGRI, Rengganis.

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis, IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

Waduk Manggar Kritis, Persediaan Air Krisis - IPAM PDAM rencana akan Produksi Bergilir

KALTIM POST, JUMAT, 12/02/2016

 

BALIKPAPAN- Persoalan air bersih di Balikpapan menjadi tragedi yang berulang setiap tahun. Akibat hujan deras yang tak kunjung turun, hari ini (12/2)  persediaan cadangan air baku di Waduk Manggar kian kritis. Bahkan, jika disedot dengan kapasitas seperti biasa, Waduk yang menyuplai 90 persen kebutuhan air di Kota Minyak ini hanya cukup sampai akhir bulan.

 

 

 

Demikian disampaikan Direktur PDAM Balikpapan Haidir Effendi ketika ditemui Kaltim Post pasca pertemuan dengan wali kota, kemarin. “Hari ini (kemarin) level air 5,29 meter. Kemarin 5,33 meter. Sehari kita butuh 4 sentimeter. Kalau diproduksi maksimal terus, akhir bulan game over, selesai,” ujarnya. Idealnya, level air Waduk Manggar memang kisaran 10 meter.

Makanya, PDAM akan melakukan langkah penghematan dalam minggu ini. Namun, hal itu masih dievaluasi. Kemungkinan akan ada penggiliran produksi seperti yang kita lakukan tahun lalu. Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Km 8 Batu Ampar dan IPAM Kampung Damai bakal dioperasikan secara bergiliran.

“Tapi langkah penghematan itu hanya untuk memperpanjang umur produksi saja. Kemungkinan dengan penghematan hanya akan bertahan sampai sebulan. Makanya kita berharap hujan deras segera turun,” tambahnya.

Tak dimungkiri, semakin menipisnya cadangan air juga memengaruhi kualitas air baku. Namun PDAM tetap berusaha menjaga kualitas air produksi sesuai standar, apapun risikonya. “Walaupun kami belum menghitung, tapi pasti ada kenaikan biaya produksi karena berkaitan langsung dengan pengolahan air dan bahan kimia yang dibutuhkan untuk membersihkan air,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan Abdul Haris Zulkarnain memprediksi selama Februari masih sulit kemungkinan terjadi awan hujan. “Kalaupun hujan itu hanya regional saja. Tidak merata. Itu hujan yang disebabkan angin darat dan angin laut saja. jadi intensitasnya juga tidak deras dan singkat,” jelasnya.

Ia tak bisa memastikan sampai kapan fenomena seperti ini akan berlangsung. Namun, hal ini masih akan terjadi setidaknya sampai awal bulan depan. Dijelaskan, hal ini karena fenomena El Nino. El Nino adalah peristiwa memanasnya suhu air permukaan laut di pantai barat Peru – Ekuador (Amerika Selatan) yang mengakibatkan gangguan iklim secara global.

Biasanya suhu air permukaan laut di daerah tersebut dingin karena adanya up-welling (arus dari dasar laut menuju permukaan). Menurut bahasa setempat, El Nino berarti bayi laki-laki karena munculnya di sekitar hari Natal (akhir Desember). Di Indonesia, angin muson yang datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar juga berbelok menuju daerah tekanan rendah di pantai barat Peru – Ekuador. Akibatnya, angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air sehingga terjadilah musim kemarau yang panjang.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah merencanakan untuk mengeluarkan langkah tanggap darurat pada Senin (15/2) nanti. Pengetatan pemakaian air akan dilakukan melalui penggiliran operasional IPAM PDAM. Kemudian pengawasan penjualan air bersih milik masyarakat serta mengatur harga dan distribusinya.

“Saya meminta penghematan juga dilakukan semua warga. Nanti kami akan memaksimalkan pengiriman air menggunakan truk tangki. Kami juga akan memaksimalkan sumber air baku dari sumur dalam juga beberapa bendali,” kata Rizal.

Ia mengakui persoalan ini terjadi saban tahun. Solusinya sebetulnya juga sudah ada. Namun, realisasinya tak semudah membalikkan telapak tangan. “Butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membangun waduk. Jadi kita harus menunggu,” jelasnya.



 

Seperti diketahui, saat ini kebutuhan air bersih di Balikpapan mencapai 1.600 liter per detik. Sementara air baku yang tersedia dari Waduk Manggar ditambah beberapa sumur dalam hanya 1.200 liter per detik. Rizal mulai merinci rencana untuk menutup defisit air bersih tersebut.

“Kita menunggu Waduk Teritip tahun ini selesai dibangun, setidaknya 200 liter per detik. Lalu Waduk Wain yang masih dikerjakan provinsi. Embung Haji Raden rencananya 150 liter per detik sedang disusun desainnya oleh pusat. Lalu rencana pengolahan air laut 50 liter per detik. Juga ada rencana kerja sama dengan Pak Hashim yang menawarkan 1.000 liter per detik dari Itci Penajam,” jelasnya. (lihat grafis)

Ia mengaku sangat serius untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan swasta. “Ketika pertemuan, beliau belum selesai bicara saya langsung sampaikan kami siap. Balikpapan sangat butuh suplai air. Jadi kami siap kerja sama dengan swasta,” tambahnya. Senin nanti Rizal juga akan berkonsultasi ke Dirjen Sumber Daya Air.

Sebelumnya, Wali Kota mengaku sudah mengadakan pertemuan dengan Hashim Djojohadikusumo. Pengusaha yang juga adik dari Prabowo Subianto ini menawarkan suplai air dari ITCI Kenangan, Penajam. Tak main-main, debit air yang ditawarkan mencapai 1.000 liter per detik. Dari Penajam, rencananya dibangun pipa bawah laut sepanjang 35 kilometer.

“Investasi oleh mereka. Berapa investasinya masih belum dibahas. Tapi bahwa di sana (ITCI) ada sumber air yang sangat besar itu memang benar,” kata Rizal. Selain membahas air, pertemuan ini juga membahas kemungkinan suplai kompos untuk industri perkebunan di Penajam. (*/rsh/far)

Sahabat PDAM Bpp

 

 

Facebook

 

Add :

 

Pdam Kota Balikpapan

 

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

Anda disini: Home