Selamat Datang di PDAM Kota Balikpapan

1 April 2018, PDAM dan Semua Pelanggan Akan Melaksanakan Kebijakan Hemat Air


22 Maret 2018 | Kategori : Peristiwa

1 APRIL 2018, PDAM DAN SEMUA PELANGGAN AKAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN HEMAT AIR MELALUI KLASIFIKASI GOLONGAN PELANGGAN DAN PEMBERLAKUAN BLOK KONSUMSI PEMAKAIAN

Dengan bertambahnya pelanggan PDAM Kota Balikpapan yang saat ini mencapai kurang lebih 98 Ribu Sambungan Rumah, seiring dengan Program dibawah pemerintahan Presiden Jokowi, Optimisme berubah, dimana Target RPJMN dirancang di tahun 2015-2019 dari Kementrian PU di bidang Cipta Karya, dikenal dengan Target 100%-0%-100%. Yaitu Target 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Inilah menjadi PR yang cukup Berat bagi PDAM Kota Balikpapan.

PDAM Kota Balikpapan menghimbau kepada seluruh Pelanggan untuk bijaksana dalam menggunakan air bersih, jangan berlebihan dan jangan sepelekan setiap tetes air yang keluar di kran meteran pelanggan, Direksi juga menambahkan bahwa kondisi saat ini Kota Balikpapan masih Keterbatasan Sumber Air Baku, dimana Pesatnya pertumbuhan kota, yang dibarengi laju kenaikan jumlah penduduk, rupanya belum mampu diimbangi dengan ketersediaan dan pasokan air bersih yang memadai.PDAM Kota Balikpapan yang merupakan Operator utama dalam pengolahan air bersih dan mendistribusikannya ke masyarakat, selama ini baru mampu melayani 76,50% dari keseluruhan jumlah penduduk, Selama ini, untuk memenuhi pasokan air bersih itu, PDAM sebagian besar masih bergantung pada sumber air baku dari Waduk Manggar sebesar 75% dan air bawah tanah 25%. Hingga saat ini,jumlah pelanggan Sambungan Rumah (SR) PDAM Kota Balikpapan mencapai 98 ribu Sambungan untuk laporan Desember 2017 atau sekira 76,50 persen (dari Jumlah penduduk Desember 2017 : 782.320 Jiwa). "Jadi, masih ada sekira 24 persen masyarakat yang belum terlayani air PDAM," kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Balikpapan.

Bahwa perlu dibangun pemahaman kepada masyarakat dan pelanggan untuk melakukan Efesiensi Pemakaian Air dan Perlindungan kepoada ketersediaan Air Baku, "apabila kita tidak membatasi dalam pemakaian air bersih dimulai dari sekarang, maka resiko terjadi kekurangan air bersih bisa saja terjadi, memang hak pelanggan menggunakan air secara berlebihan karena pelanggan merasa membeli dan mampu untuk membayar, apalagi daya beli dan konsumsi air bersih masyarakat Balikpapan termasuk tinggi, Kami juga memahami warga Balikpapan selalu berpikir berapa pun harganya pasti dibeli yang penting pelayanannya." Imbuhnya, "Tetapi pada prinsipnya, saatnya masyarakat Balikpapan harus bisa belajar bijaksana dalam menggunakan air, mari kita coba berbagi air kepada masyarakat dan pelanggan lainnnya, seperti contoh masih adanya pelanggan yang bermukim di daerah atas, dimana jam pelayanan distribusi nya hanya pada malam hari saja, apalagi terjadinya pemakaian puncak dimana pelanggan menggunakan air secara bersamaan dan terus menerus, hal ini cukup berpengaruh besar dalam memberi kesempatan air agar bisa naik kedaerah atas akibat pelanggan yang bermukim didaerah bawah terlena menggunakan air secara terus menurus." Tambahnya.

Sehingga langkah awal PDAM Kota Balikpapan di mulai tanggal 1 bulan April di tahun 2018, Hampir sebagian PDAM di Indonesia akan melaksanakan Reklasifikasi Pelanggan yang tujuannya untuk memenuhi rasa Keadilan para pelanggan dan untuk memenuhi prinsip Keterjangkauan oleh Pelanggan serta penetapan Tarif berdasarkan Golongan Blok Konsumsi dan Kelompok Pelanggan, yaitu Konsumsi air Minum untuk memenuhi standar kebutuhan pokok dan Konsumsi air minum untuk pemakaian diatas standar kebutuhan pokok, dengan rumus Standar Kebutuhan Pokok Air Minum adalah Kebutuhan Air Sebanyak 10m3/kepala keluarga/bulan atau 60 liter/orang/hari atau sebesar satuan Volume lainnya, berdasarkan amanat dari Permendagri No. 71 Tahun 2016, dimana Penerapan Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum pada PDAM didasarkan pada prinsip Keterjangkauan dan Keadilan, dimana untuk memenuhi kebutuhan pokok air minum setiap Blok Konsumsi pemakaian 1 M3 sampai dengan 10 M3 harus terjangkau oleh daya beli masyarakat pelanggan yaitu tidak lebih dari 4 % dari Upah Minum Kota (UMK), dan Keadilan yaitu dengan pengenaan tariff dicapai melalui tariff diferensiasi atau tariff subsidi silang antar kelompok pelanggan, maksudnya adalah nilai dari pemakaian Blok Konsumsi 1 - 10 M3 tidak lebih dari 4 % dari Upah Minum Kota (UMK) artinya apabila pelanggan yang masuk dalam Kelompok III dengan Kriteria Klasifikasi Golongan C1, dimana Blok Konsumsi 1 - 10 M3, maka nilai 10 M3 x Rp. 9.886,- (Tarif perkubik) = Rp. 98.860,-, bahwa nilai harga airnya saja untuk pemakaian Blok Konsumsi 1 - 10 M3 tidak melebihi 4 % dari UMK tahun 2018, dimana 4% x Rp. 2.618.348,29 (UMK Bpp 2018) = Rp. 104.733,93 (Nilai Pemakaian 10 M3 masih dibawah 4%).

Sehingga langkah awal ini PDAM Kota Balikpapan beserta manajemen akan melaksanakan dan mengindahkan aturan yaitu Terutama Kewajiban PDAM dan Pelanggan agar mendukung pelaksanaan Peraturan Walikota Balikpapan Nomor 19 Tahun 2010 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, pada Pasal 5 huruf g : maka dilakukan perubahan jenis golongan pelanggan, dengan meninjau kembali kondisi, bentuk, fungsi, kawasan wilayah tempat pelanggan berada berdasarkan klasifikasi pelanggan yang berlaku. Dan Pelanggan Wajib memberi kemudahan kepada petugas melaksanakan kegiatan tersebut, diantaranya pelaksanaan kegiatan "Update Pendataan Ulang Pelanggan." Maksud Tujuan PDAM berkunjung untuk Melaksanakan Survey dan Up-date Pendataan Ulang Pelanggan PDAM, terutama untuk pengakuan status keberadaan pelanggan PDAM didalam sistem, termasuk perubahan nama kepemilikan status pelanggan PDAM yang saat ini, mungkin tadi milik orang tua, sekarang diteruskan oleh anak, atau tadi rumah ini dibeli dan berubah kepemilikannya, kemudian dalam perubahan kepemilikan status pelanggan tidak dipungut biaya." Ujar Direksi. "Sehingga dengan penuh rasa hormat, mohon kesediaan pelanggan meluangkan waktu dalam kegiatan Pendataan Ulang Pelanggan PDAM, kegiatan ini diawali dari Perumahan Komplek PDAM Kota Balikpapan di KM.5 Jalan Soekarno Hatta hingga secara bertahap kepelanggan lainnya. Jelas Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan.

Dengan Tetap mengacu pada Tariff sebelumnya, sebagaimana diatur dalam SK Direksi PDAM Kota Balikpapan No.03 Tahun 2015 dan Berikut Tarif berdasarkan Golongan Blok Konsumsi dan Kelompok Pelanggan, yaitu Konsumsi air Minum untuk memenuhi standar kebutuhan pokok dan Konsumsi air minum untuk pemakaian diatas standar kebutuhan pokok Serta Pemberlakuan Blok Konsumsi Pemakaian Air pelanggan berdasarkan Kubikasi yaitu Blok Konsumsi Pertama Pemakaian air dari 1 - 10 m3, Blok Konsumsi kedua Pemakaian air 11 - 20 m3 dan Blok Konsumsi Ketiga pemakaian air 21 m3 sampai dengan seterusnya, kemudian diatur kembali melalui Surat Keputusan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Balikpapan, Nomor : 94 Tahun 2017 Tentang Klasifikasi Pelanggan dan Tarif Berdasarkan Golongan Kriteria Pelanggan PDAM Kota Balikpapan.

Kategori Berita

ArtikelPeristiwa

Pengumuman Penting