Selamat Datang di PDAM Kota Balikpapan

MUI - Kemenag - PDAM Kota Balikpapan Gelar Doa Bersama di Waduk Manggar

06 Oktober 2014

 

Pada Sabtu (4/10) rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan berkumpul di Kantor Kemenag, Jl. Mayjend Panjaitan, SUmber Rejo, tepat pukul 10:00 Wita. Rombongan ini lalu meluncur ke Waduk Manggar Km.12 Karang Joang Balikpapan Utara. Setiba di waduk, rombongan sempat kaget lantaran volume air turun drastis. Apalagi di beberapa sudut waduk telah mengalami kekeringan dan pepohonan banyak yang mati.

 

Kondisi air waduk yang cukup memprihatinkan inilah yang mendorong rombongan MUI dan Kemenag bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. “Kita berdoa bersama agar diturunkan hujan oleh Allah SWT. Masalah kemarau ini kita hanya bisa berdoa dan berdoa kepada Allah sembari bertaubat dan melakukan introspeksi diri atas penggunaan air yang sudah kita lakukan saat ini.”, kata Ketua MUI Kota Balikpapan Bidang Kerukunan Umat Beragama DRs H. Abdul Muis Abdullah.

 

 

 

 

Dirinya bersama rimbingan hanya melakukan doa bersama meminta hujan kepada Allah SWT. Namun untuk shalat Istisqo, akan dilakukan juka beberapa waktu kedepan hujan tidak kunjung turun. “Kita lihat situasi dan perkembangan dulu. Jika memang beberapa minggu kedepan tidak turun hujan, kita akan lakukan shalat Istisqo. Kalau saat ini masih doa bersama saja.”, jelas Drs. H Abdul Muis didampingi Sekretaris MUI Drs. HM Djaelani.

 

Doa bersama di Waduk Manggar ini juga dihadiri manajemen PDAM Balikpapan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan HM Roem Arbain, Kasubag TU Kemenag H Alfi Taufik, Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan M Saufan, Head of Quality, Healthy, Safety and Environment (QHSE) PDAM Kota Balikpapan Gazali Rakhman.

 

Doa bersama meminta hujan ini diniatkan bukan hanya menambah debit air baku di Waduk Manggar. Tetapi agar bisa menyejukkan Kota Balikpapan, agar hutan kembali segar dan tidak kerung sehingga mudah terbakar. Kabut asap juga bisa hilang dengan siraman air hujan.

 

 

 

 

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan M Saufan mengatakan, krisis air baku di Waduk Manggar bukan hanya karena musim kemarau saja. Tetapi faktor terjadinya kerusakan pipa hisap juga menjadi kendala distribusi air baku. Kerusakan ini hanya bisa dilakukan jika air tidak melebihi ketinggan 7 meter.

 

“Jika hujan memang air baku bertambah dan pendistribusian kembali normal. Namun, jika volume air di atas 7 meter tetap harus dibuang agar bendungan (tanggul) tidak jebol.” ungkap M Saufan.

 

Beliau menambahkan, perbaikan butuh waktu 2 bulan. Pasalnya, perbaikan dilakukan tim teknis dari BWS dengan anggaran dari pemerintah pusat. Menurut M Saufan, perbaikan bagian yang rusak menjadi prioritas demi kelancaran distribusi air. Apalagi biasa sewa untuk satu unit kapal penyedot ialah Rp250 juta dengan jumlah 4 unit yang dibutuhkan. (AD/RD)