Selamat Datang di PDAM Kota Balikpapan

PDAM Corporate Social Responsibility

13 Agustus 2014

 

Dan saat kemarau tiba, negara kaya air ini pun kekurangan air. Di kota-kota, berbagai permasalahan air telah menghantui setiap orang. Ketersediaan air bersih yang semakin langka serta pencemaran air menjadi masalah nyata. Sebuah ironi, sama halnya di kota Balikpapan, dari 689.082 jiwa sebagaimana laporan dari jumlah data penduduk kota Balikpapan bulan Juni tahun 2014, kebutuhan air untuk memenuhi kehidupan kota Balikpapan selama ini adalah 75% tergantung dari Sumber Air Baku Waduk Manggar dan sisanya bersumber dari air bawah tanah yang bisa dimanfaatkan oleh PDAM Kota Balikpapan. Hingga saat ini jumlah pelanggan sambungan rumah PDAM Kota Balikpapan 2014 sudah mencapai 89 ribu sambungan rumah, berdasarkan perhitungan bahwa jumlah penduduk yang terlayani hanya mencapai 502.986 jiwa sedangkan sisanya yang belum terlayani mencapai 186.096 jiwa. Sehingga dengan lajunya pertumbuhan dan pertambahan jumlah penduduk kota Balikpapan saat ini, lebih besar dari ketersedian air baku yang ada, maka PDAM dalam memproduksi air yang diolah untuk pelanggan menjadi terkendala karena permintaan air terus meningkat sesuai dengan jumlah penduduk dengan grafik pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2014 ini kebutuhan sumber air baku, baik air dari permukaan yang bersumber dari Waduk Manggar dan sumber air tanah, bahwa kapasitas air baku yang tersedia untuk dapat diolah oleh PDAM Kota Balikpapan hanya mencapai 1.191 liter/detik, sedangkan perhitungan kebutuhan air baku sendiri 1.547 Liter/detik, artinya kebutuhan air itu sendiri mengalami Defisit air baku hingga 356 liter/detik. Kekurangan inilah yang menjadi PR kita bersama, baik masyarakat, dari lembaga legislatif, eksekutif dan juga PDAM sebagai badan yang mengelola air baku untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelanggan. Belum lagi kondisi Waduk Manggar semenjak ditetapkan status Darurat terhadap kerusakan yang terjadi saat ini dan masih tahap proses perbaikan membutuhkan waktu. Kekhawatiran terbesar PDAM Kota Balikpapan adalah apabila sampai 2017 kebutuhan sumber air baku tidak dapat terpenuhi maka krisis air akan melanda kota Balikpapan. 

 

 

Maka dari itu PDAM Kota Balikpapan melakukan inisiasi untuk melaksanakan kegiatan positif, yaitu memberikan bantuan berupa Tandon Penampungan Air untuk beberapa tempat Ibadah, kali ini ditujukan kepada beberapa Mesjid dan Musholla yang berada didaerah pemukiman yang tinggi dan jauh.

 

 

Adapun Mesjid & Musholla yang menerima bantuan dari PDAM Kota Balikpapan yaitu :

1. Musholla Baiturrohim (Prapatan Dalam Atas Rt.07/No.63 Balikpapan Kota)
2. Mesjid Al – Fur’qan (Sidomulyo Balikpapan Barat)
3. Mesjid Jabal Rahmah (Gang Semeru, Rt.20/46, MargoMulyo Gn.4 Balikpapan Barat)
4. Mesjid Al – Miftakhul Khoyr (Gang Kemendur Pelayaran, Rt.15/11)
5. Musholla Nur Mujahidin (Rt.17, Kelurahan Baru Ulu)
6. Musholla Darul Abidin (Gang Diana Rt.43, Batu Ampar Somber)

 



Pastinya kita semua diharapkan semakin menyadari bahwa air adalah kehidupan. Tanpa air bersih, kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia terancam. Padahal kita tahu bahwa ketersediaan air di bumi adalah tetap, dan ditengah meningkatnya kebutuhan makhluk hidup akan air bersih inipun jumlah air bersih yang tersedia semakin berkurang. Dan yang patut kita ingat, dalam membangun kehidupan yang penuh harmoni diperlukan tanggung jawab dan upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan manusia akan air dan kelestariannya.